Berikut ini adalah video kecelakaan di jalan raya, semoga akan membuat kita semakin berhati-hati dalam mengendarai kendaraan di jalan raya
jangan melamun di jalan
Gara - gara orang tua lengah seorang bayi masuk kedalam velg motor
Begini akibatnya jika kita gaya-gayaan di jalan dan tidak pakai perhitungan
Hindarilah pengendara yang ugal ugalan dijalan
Ga lucu kan niatnya cari nafkah untuk anak istri malah begini jadinya,
Akhir-akhir ini, jalanan di perkotaan apalagi di kota besar seperti
Jakarta lebih mirip dengan medan perang ketimbang jalanan umum. Mengapa
demikian?
Karena hampir semua pengendara baik itu mobil pribadi, angkutan umum
dan sepeda motor sudah sebegitu egoisnya. Semua ingin cepat sampai di
tujuan tanpa peduli dengan pengguna jalan lainnya.Melanggar peraturan lalu lintas pun sudah jamak dilakukan dan seakan-akan adalah hal yang biasa dan normal-normal saja.
Tapi sadarkah anda kalau di balik semua perilaku itu yang anda pertaruhkan adalah keselamatan bahkan nyawa anda sendiri dan orang lain?
Mengemudikan kendaraan adalah KEGIATAN YANG SANGAT SERIUS! Ya, sangat serius!
Karena kendaraan apapun memiliki potensi untuk mencelakakan bahkan mematikan orang lain dan diri sendiri apabila tidak dikendalikan dengan baik dan benar.
Mulai sekarang, tidak perlu mengeluh akan perilaku pengendara lainnya, tapi mulai dari diri anda sendiri.
Taati lampu lalu lintas, hargai pengendara lain dan selalu kendalikan emosi anda ketika sedang berada di jalan. Pengemudi yang baik akan mampu untuk senantiasa berada dalam keadaan tenang ketika sedang menjalankan kendaraannya dan pengemudi yang bertanggung jawab akan selalu memprioritaskan keselamatan orang lain dan dirinya sendiri dalam berkendara.
BERIKUT INI TIPE PENGENDARA MOTOR YANG HARUS KITA HINDARI
1. Tipe Tourist
Quote:Kalo jalan, ngga perduli dah macet dan jalur motor lowong, dia tetep aja jalan santai celingak-celinguk liatin gedung2 indah di Jakarta, liat2 mobil, liat orang berlalu-lalang. Kalo kita lagi buru2, dijamin kesel kalo ketemu tipe turis ini. Muka nya bukan bule bukan Jepang atau Korea. Sama aja kok kayak penduduk kebanyakan, cuma kok kayaknya aneh banget liat gedung2 di Jakarta. Mungkin kemaren dia pikir belom ada kali ye? HARUS DIJAUHI: karena oknum ini jalan sesuka dia, ngga perduli orang buru2. Diklakson pun tetap cuek. Yah...namanya juga turis. Kalo tetep deket2 dijamin telat dan emosi. Rem mendadak?? Sering banget.
Spoilerfor Tipe Turis:
2. Tipe Unyu-Unyu
Quote:Sudah pasti pake scooter type kecil seperti Beat atau Mio atau Scoopy. Identitas nya paling disukai dan gampang dikenali karena so pasti cewek dan pake "hot-pants". Kadang kalo cantik gemesin dan pengen cubit, tapi ada juga yg muka standar dan paha belang sok ikutan unyu-unyu... padahal sih penyu-penyu. HARUS DIJAUHI: karena konsentrasi agan bisa terpecah. Kadang adik2 ini tidak saja menawarkan paha mulus dan muka yang imut, tapi ada juga CD ngintip di punggung belakang, yg buat beberapa agan bisa ngga perhatikan rambu2 lalulintas. So... stay away for your safety!!!
Spoilerfor Tipe Unyu-Unyu:
3. Tipe Businessman
Quote:Yang satu ini dikenal raja lampu merah. Setiap berhenti lampu merah pasti BB langsung keluar, karena mungkin ada 4 perusahaan yang harus dikelola. Alhasil, lampu hijau pun paling telat start nya karena repot masih ada ketikan tanggung, terus lock BB dan masukin ke pouch, baru masuk kantong... Lama deh prosedurnya. HARUS DIJAUHI: karena orang2 ini mempunyai level kesombongan yg lumayan tinggi. Susah dibilangin. Kalo sudah makin tinggi jabatannya, biasanya makin lebih hebat atraksi nya. Type yang satu ini, termasuk yang telpon sambil nyetir motor, dan yg level tertinggi parahnya adalah BBM-an/SMS-an sambil nyetir motor. Jauhi segera, karena sumber celaka. Biar dikata businessman, tapi kalo orang udah celaka, ditinggal kabur atau cuman maap doang.
Spoilerfor Tipe Businessman:
4. Tipe Ojackers
Quote:Alias ojek, paling mudah dikenal dengan rompi nya. Tapi kalo Ojek kosong mending jauh2 dari pengendara ini. Karena tiba2 dia bisa potong kiri untuk menawarkan jasa ke pejalan kaki (padahal ngga dipanggil). Yah namanya wiraswasta. HARUS DIJAUHI: karena manuver mendadak nya utk jemput bola, bikin bahaya. Kalo kita sampe urusan/celaka, temennya banyak tapi urusan ganti rugi kagak ada. Sebaiknya kita menjauh karena urusan debat sama yg ini cuma bikin repot semata.
Spoilerfor Tipe Ojekers:
5. Tipe Dispatcher (a.k.a. kurir)
Quote:Sudah pasti belakang motor ada kompartmen gede. Tujuan nya anter barang, pizza, kue, tinta dll. Jalan nya kenceng2. Cuma ya itu. Ukuran box nya bikin ngga lincah bermanuver kalo lagi macet. HARUS DIJAUHI: karena kalo jalan lagi sempit2 karena macet, banyakan stuck nya daripada jalan. Padahal kalo motor bebek biasa bisa muat, cuma karena ada box gede, ikutan aja ngantri.
Spoilerfor Tipe Kurir:
6. Tipe Motocrosser
Quote:Kategori ini umumnya motor nya 2tak. Harus dihindari karena oli samping nya bikin ngebul, bikin polusi dan pedih mata. Bau bakarannya menyengat bgt. Dan kalo di lampu merah selalu main2in gas. Bikin susah napas. Ciri lain adalah, kalo jalan ngga mau kalah. dah macet aja potong jalan orang selalu mau di depan, karena emang tarikan 2tak yahud. Padahal sih ngga ada yg urgent cuma mentalitas nya emang Motocrosser. Selalu dalam posisi bertanding di sirkuit. HARUS DIJAUHI: karena polusi nya bikin sesak napas dan menggangu kesehatan.
Spoilerfor Motocrosser:
7. Tipe Feminist
Quote:Ini pastilah pengedara motor wanita. Ngga semuanya sih, (ane tegaskan NGGA SEMUA) tapi dari identitas seperti: pake tas cewek dikepit di satu bahu (bahaya banget), sepatu nya flat shoes, celana legging, sarung tangan kayak rainbow cake, helm pink. Segera menjauh. Tipe ini kadang bawa motor tidak kencang juga tidak pelan tapi manuver nya itu loh, bahaya2 (mirip Type Ojackers). Ngga perduli ada orang, langsung potong, brenti mendadak, ngobrol sama temennya, jalan miring dll dll... Teteup jauh2 dari si Feminist. HARUS DIJAUHI: karena gerakannya tidak bisa diduga. Mirip2 manuver bajaj tiga roda.
Spoilerfor Feminist:
Semua orang pasti mengharapkan keamanan
dan keselamatan berkendara di jalan raya. Untuk itu diperlukan
pengetahuan dan ilmu tentang keamanan dan keselamatan berkendara
tersebut. Dalam istilahnya dinamakan Road Safety yang artinya keamanan,
kenyamanan dan keselamatan semua pengguna jalan dari kesalahan dan atau
kecelakaan yang disebabkan oleh pengguna jalan lain atau disebabkan oleh
diri kita sendiri. Data mengenai Road Safety ini menurut laporan WHO
dalam laporannya bertajuk Youth and Safety pada 2007 menyebutkan,
kecelakaan lalu lintas adalah penyebab utama kematian di kalangan anak
muda antara usia 10 – 24 tahun. Hampir 400.000 anak muda di bawah usia
25 tahun tewas dalam kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya. Jutaan
lainnya terluka atau cacat.
Data statistik WHO menunjukkan bahwa
kecelakaan lalu lintas pada 1998 menduduki peringkat ke-9 sebagai
penyebab kematian dibawah atau setara dengan penyakit malaria.
Diperkirakan pada 2020, kecelakaan lalu lintas akan menjadi penyebab
kematian ke-3 tertinggi di dunia di bawah penyakit jantung koroner dan
depresi berat. WHO juga memprediksi pada rentang tahun 2000 hingga 2015
sedikitnya 20 juta jiwa meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, lebih
dari 1 miliar orang luka-luka, cacat atau kehilangan tanggungan hidupnya
karena menjadi korban kecelakaan yang sebagian besar terjadi di
negara-negara berkembang. Mengendarai mobil atau motor adalah
memindahkan kendaraan tersebut dari satu tempat ke tempat lain dengan
aman, selamat dan se-efisien mungkin tanpa terjadi kesalahan dan atau
kecelakaan, minimal memperkecil resiko tersebut. Karena setiap kita
memindahkan kendaraan resiko terjadi kesalahan dan atau kecelakaan itu
selalu ada.
Karena keselamatan di jalan bukan
dimulai dari orang lain tapi dimulai dari diri anda sendiri, maka kita
harus mempunyai keahlian, ketrampilan dan pengalaman yang tinggi dalam
mengemudi dengan mengacu pada standar – standar nasional.
(UULAJ No.14 / 1992 dan SNI) dan Internasional (US DOT, SAE, EURO Standard dan lain nya).
(UULAJ No.14 / 1992 dan SNI) dan Internasional (US DOT, SAE, EURO Standard dan lain nya).
Dengan mengendarai mobil atau motor secara defensive dan safety akan memperkecil resiko seperti yang tersebut diatas.
1. Defensive Driving/ Riding
Perilaku mengendarai mobil atau motor
yang bertanggung jawab agar dapat terhindar dari kesalahan yang
disebabkan oleh orang lain dan atau oleh diri kita sendiri serta
berkendara yang seefisien mungkin.
2. Safety Driving/ Riding
Keahlian, ketrampilan dan pengalaman serta ditunjang konsentrasi yang tinggi dalam mengendarai mobil atau motor.
Ada 3 Faktor Utama Defensive Driving / Riding.
- Karakter Pengendara
– Kondisi Pengendara
– Kondisi Kendaraan (mobil/motor)
– Kondisi Pengendara
– Kondisi Kendaraan (mobil/motor)
Berikut beberapa Tips Meminimalkan Resiko dalam Berkendara
1. Memahami dan Mengurangi Resiko
2. Kendaraan harus dalam kondisi yang prima.
3. Berkendara hanya dalam keadaan sehat secara fisik dan mental.
4. Antisipasi tindakan pengguna jalan lain dan langkah-langkah
5. pencegahan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.
6. Berusaha meningkatkan kemampuan dan ketrampilan berkendara secara benar, aman dan bertanggung jawab.
2. Kendaraan harus dalam kondisi yang prima.
3. Berkendara hanya dalam keadaan sehat secara fisik dan mental.
4. Antisipasi tindakan pengguna jalan lain dan langkah-langkah
5. pencegahan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.
6. Berusaha meningkatkan kemampuan dan ketrampilan berkendara secara benar, aman dan bertanggung jawab.
Mengatur Sikap, Penglihatan, Ruang dan Waktu – Dengan metode : S I P D E Process
S = Search/Scan ( melihat )
Melihat dan memperhatikan seluruh situasi di jalan dalam berkendara.
Melihat dan memperhatikan seluruh situasi di jalan dalam berkendara.
I = Identify ( mengenali )
Kenali obyek diam atau bergerak.
Kenali obyek diam atau bergerak.
P = Predict ( memperkirakan )
Perkirakan aksi atau pergerakan dan perubahan yang terjadi di jalan.
Perkirakan aksi atau pergerakan dan perubahan yang terjadi di jalan.
D = Decide ( memutuskan )
Putuskan apa yang akan dan harus dilakukan.
Putuskan apa yang akan dan harus dilakukan.
E = Execute (melaksanakan/melakukan )
Melaksanakan keputusan yang sudah dibuat sebelumnya
Melaksanakan keputusan yang sudah dibuat sebelumnya
1. Selalu melihat jauh ke depan.
2. Selalu gerakan mata.
3. Dapatkan gambaran menyeluruh situasi di jalan.
4. Sediakan ruang di depan, belakang, kanan dan kiri untuk menghindar.
5. Pastikan pengguna jalan lain melihat anda.
2. Selalu gerakan mata.
3. Dapatkan gambaran menyeluruh situasi di jalan.
4. Sediakan ruang di depan, belakang, kanan dan kiri untuk menghindar.
5. Pastikan pengguna jalan lain melihat anda.
Di jalan raya, kemungkinan ada beberapa
gangguan dalam berkendara yang bisa menyebabkan kita kehilangan
konsentrasi dan berakibat pada kecelakaan. Gangguan-gangguan tersebut
antara lain :
1. Billboard iklan atau papan reklame
2. Makan dan atau minum
3. Merokok
4. Telepon Genggam
5. Berbicara Pada Penumpang
6. Mengganti Cassette, CD atau Channel Radio
SUMBER: kompas.com, detik.com, kaskus.co.id